Bagaimana saya memulai belajar Bahasa Inggris dari Nol


Pada postingan pertama di blog ini, saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya pertama kali belajar bahasa inggris dari NOL. Kenapa saya bilang dari NOL, karena basicly kemampuan bahasa Inggris saya sebelumnya masih level "basic", malah mungkin dibawah basic, hehe... Perlu di garis bawahi, tulisan ini saya maksudkan untuk berbagi pengalaman, saya juga masih terus belajar mengasah kemampuan bahasa Inggris saya. 
Saya sering sekali mendapat pertanyaan dari teman-teman saya tentang bagaimana saya memulai belajar Bahasa Inggris. Tentu ini menarik untuk saya yang pada dasarnya sangat anti dengan bahasa Inggris. Sejak menginjak sekolah menengah pertama, bahasa inggris adalah momok, saya selalu takut dan keringat dingin ketika mengikuti pelajaran ini. Maka gak heran kalau nilai Ujian Nasional bahasa Inggris saya waktu itu pas-pasan, kalo tidak salah saya dapat 5, ;). 
Ketika saya mulai masuk semester 4 di bangku kuliah, saya mulai bermimpi untuk melanjutkan study overseas, dari sinilah awal saya nulai berpikir bagaimana cara mewujudkannya karena hampir semua penyedia beasiswa mensyaratkan TOEFL ataupun IELTS, sedangkan saya tidak bisa berbahasa Inggris.  Saya baru memulai niat belajar ketika memasuki semester 8, waktu itu saya memjutuskan untuk mengikuti kursus TOEFL di FEB UGM (https://feb.ugm.ac.id/id/pendidikan/kursus/pelatihan-bahasa). 

Tampilan website pendaftaran english course di FEB UGM


Saya mengambil kelas reguler pada saat itu biayanya sekitar Rp. 750.000,-. Kenapa saya mengambil kursus, karna memang saat itu saya merasa belajar sendiri saya gak paham. Setelah mengikuti kelas reguler, ternyata kemampuan bahasa inggris saya gak ada perubahan, skor TOEFL saya masih dibawah 400. Akhirnya saya putuskan untuk belajar mandiri. Wkktu itu saya memang berambisi mengejar beasiswa LPDP, akhirnya saya putuskan untuk belajar mandiri dari berbagai sumber, waktu saya belaja latihan soal-soal dari bukunya "Cliffs-toefl-preparation-guide", saya belajar mandiri dengan mengerjakan semua latihan soal yang ada didalamnya dan juga tentu belajar grammer kurang lebih selama 2-3 bulan, kemudian saya mengambil official TOEFL, dan skor saya hanya 423, alhamdulillah ada peningkatan namun belum sesuai target yaitu 550. 
Akhirnya dari sini saya melakukan evaluasi tentang belajar saya, saya menyadari bahwa latihan soal saja tidak cukup. Setelah saya mencari berbagai referensi di blog tentang bagaimana belajar bahasa Inggris, akhirnya saya putuskan untuk belajar IELTS (International English Language Testing System), saya lupa blog siapa, tapi kalu kalian search kini sudah banyak blog yang menuliskan tentang IELTS. Dari sana saya mulai menyusun jadwal belajar saya, building skill terutama reading dan listening dan latihan soal. Namun waktu itu saya memang terkendala untuk belajar speaking dan writing mandiri, karena dasanya memang belum ada, saya tidak peracaya diri untuk berbicara dalam bahasa inggris, padahal PeDe adalah koencji. Akhirnya setelah beberapa bulan belajar mandiri, kodarullah saya mendapat beasiswa kursus IELTS di YIB Foundation selama kurang lebih 11 bulan, disinilah pertama kalinya saya belajar writing dan speaking, saya di ajari oleh tutor-tutor yang sudah berpengalaman dan saya sangat bersyukur. 
Official Instagram of YIB Foundation

Jam belajar saya disini sangat padat, kelas dimulai dari pukul 7.00 pagi hingga pukul 17.00, belum ditambah tugas dan setoranvocab setiap ba'da subuh. Saya belajar dari hari senin-jumat, hari sabtu adalah evaluasi pembelajaran berupa skoring IELTS. Saya mulai belajar IELTS intensif di YIB Foundation sekitar bulan Juli 2017 dan berakhir pada bulan Juni 2018. Pada bulan Februari saya sempat mengikuti Official IELTS di British Council Jakarta, biayanya lumayan sekitar 2,85 jt untuk Academic IELTS pada saat itu, tapi sepertinya sekarang sudah naik.  Kalian bisa cek langsung di https://www.britishcouncilfoundation.id. Target skor saya waktu itu adalah 6.5, namun sayangnya saya lagi-lagi belum mencapai target.
Official IELTS certificate

Gambar diatas adalah hasil skor IELTS saya, baru 5.5, hikss... Tapi saya sangat bersyukur karna kemampuan bahasa Inggris saya sedikit banyak meningkat, tentunya saya masih harus terus belajar.
Sekian dulu cerita saya tentang bagaimana saya memulai belajar bahasa inggris, pada postingan selanjutnya saya akan berbagi tentang step-by-step belajar IELTS ala Hidayati, hehe..
Terimakasih telah membaca tulisan sederhana saya :). 


Komentar